Cerita Pemilik Butik Baju Impor Viral di Depok, Toko di Dalam Gang Tapi Selalu Ramai

Saat orang-orang berusaha membuka toko baju di pinggir jalan dan mendapat akses pembeli yang mudah, Maria Isabella Tobing justru sebaliknya. Pengusaha fashion import ini justru tak ragu memilih toko di sebuah gang sempit.

Meski terkesan aneh, namun pilihan tersebut menjadikan butik miliknya menjadi unik. Bahkan, ia berhasil menggaet banyak pelanggan hingga tokonya selalu penuh dikunjungi.

Butik miliknya dikenal dengan nama Bellacus, letaknya nyempil di dalam gang kawasan Depok, Jawa Barat. Butik ini pun viral karena menjual beragam jenis kemeja impor yang dijual obral Rp50 ribuan.

Tak hanya jualan di toko, Bella juga menawarkan produk secara online. Namun, hal ini tak membuat tokonya seketika sepi karena banyak yang beralih belanja online.

Diungkap Bella, pembeli akan selalu datang dan membuat tokonya ramai setiap hari. Pembeli yang datang pun tak hanya orang sekitar, namun juga luar kota hingga luar negeri.

“Pembeli datang dari mana-mana. Kalau orang luar lagi ke Jakarta , dia sudah pasti menyempatkan dirinya ke Bellacus. Bahkan sampai dari luar negeri, dari Kanada, San Francisco, Arab, Qatar, Malaysia, Singapura, semuanya sudah pernah ke sini,” bebernya, dikutip dari kanal YouTube TRANS 7 Official.

Selain kemeja dengan harga terjangkau, butik Bella juga menyediakan pakaian jenis premium. Untuk jenis ini, produk mulai dari one set, aneka pilihan dress, hingga ragam atasan dan bawahan, dijual mulai dari Rp150 ribuan.

Tak takut jual rugi

Sebagai pengusaha, Bella ternyata tak takut menjual produknya dengan harga rugi, Bunda. Selama ini, hal tersebut juga telah ia terapkan pada beberapa jenis pakaian yang kurang diminati.

“Enggak mungkin ada suatu usaha yang untung terus. Jadi biasanya kalau aku merugi atau ada barang-barang dari beberapa model yang enggak jalan (laku), aku biasanya berani untuk jual rugi,” katanya.

Hal tersebut ia lakukan bukan tanpa alasan. Bagi Bella, ini harus ia lakukan agar setidaknya barang-barang tersebut terjual untuk menambah modal mengambil produk baru.

“Supaya apa, supaya barang yang enggak jalan ini bisa untuk ganti uang masuk. Kita cari model baru lagi yang memang laku di pasaran,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *